July 10, 2014

Ilustrasi Papua Merdeka
Darwin, Protes Free West Papua telah menunjukkan luar konsulat Indonesia di Darwin karena masyarakat Teritorial Utara Indonesia pergi ke tempat pemungutan suara.
Kelompok, Teritori untuk Free West Papua, mengatakan protes mendukung Papua berjuang untuk kemerdekaan mereka dari 51 tahun pemerintahan Indonesia.
Aktivis mengatakan protes itu sekitar lebih dari mendukung hak orang Papua 'untuk kemerdekaan dari pemerintahan Indonesia.
There's been mixed reaction to the Melanesian Spearhead Group's decision on a bid by a West Papuan group to become a member.


There's a mixed reaction to the Melanesian Spearhead Group's response to a membership application by West Papuans. At their recent summit in Port Moresby MSG leaders agreed to work more proactively with Jakarta on addressing development needs of the indigenous Melanesians of Indonesia's Papua region. However the MSG has rejected a formal membership bid by the West Papua National Coalition for Liberation.

The coalition lodged its application over a year ago. However the MSG postponed its decision on the application pending a report from an MSG Foreign Ministers fact-finding mission to Indonesia's Papua region in January. Vanuatu boycotted that trip because it felt the mission's programme would not allow the MSG to obtain credible information to fulfill the MSG Leader's mandate, around making a decision on the membership bid. The Foreign Ministers were in Papua province for a matter of hours. One of them, Clay Forau of Solomon Islands, says he came away with a distinct impression of a region developing well.

May 20, 2013

Tokoh Di balik Anti-Apartheid
Nelson R Mandela
Nama aslinya Rolihlahla Mandela lahir ke Madiba klan di Mvezo, Transkei, pada tanggal 18 Juli 1918, menjadi Nonqaphi Nosekeni dan Nkosi Mphakanyiswa Gadla Mandela, konselor mendasar dari Raja Bertindak orang Thembu, Jongintaba Dalindyebo.

Setelah kematian ayahnya pada tahun 1927, Rolihlahla muda menjadi bangsal Jongintaba di Great Place in Mqhekezweni. Mendengar cerita tua itu keberanian leluhurnya selama perang perlawanan, ia memimpikan juga membuat kontribusi sendiri untuk perjuangan kemerdekaan bangsanya.

 Ia dimasukan SD di Qunu dimana gurunya Nona Mdingane memberinya nama Nelson, sesuai dengan kebiasaan untuk memberikan semua anak-anak sekolah nama "Kristen".

Ia menyelesaikan Sertifikat SMP nya di Clarkebury Boarding Institute dan melanjutkan untuk Healdtown, sekolah menengah Wesleyan beberapa bereputasi, di mana ia lulus.

Nelson Mandela mulai pendidikannya untuk gelar Bachelor of Arts di University College of Fort Hare tapi tidak menyelesaikan gelar sana ia diusir karena bergabung dalam protes mahasiswa. Ia menyelesaikan gelar BA melalui Universitas Afrika Selatan dan kembali ke Fort Kelinci untuk lulus pada tahun 1943.

Setelah kembali ke Great Place di Mkhekezweni Raja sangat marah dan mengatakan kalau ia tidak kembali ke Fort Hare dia akan mengatur istri baginya dan Keadilan sepupunya. Mereka melarikan diri ke Johannesburg dan tiba di sana pada 1941. Di sana ia bekerja sebagai petugas keamanan tambang dan setelah bertemu Walter Sisulu, seorang agen real, yang memperkenalkannya kepada Lazar Sidelsky. Dia kemudian melakukan artikelnya melalui firma pengacara Witkin Eidelman dan Sidelsky.

Sementara itu ia mulai belajar untuk LLB di Universitas Witwatersrand. Menurut pengakuannya sendiri ia adalah seorang mahasiswa miskin dan meninggalkan universitas pada tahun 1948 tanpa lulus. Dia baru mulai belajar lagi melalui University of London dan juga tidak menyelesaikan gelar itu.

Pada tahun 1989, sedangkan pada bulan-bulan terakhir penjara, ia memperoleh LLB melalui Universitas Afrika Selatan. Dia lulus in absentia pada upacara di Cape Town.

Nelson Mandela, sementara semakin politis terlibat dari 1942, hanya bergabung dengan Kongres Nasional Afrika pada 1944 ketika ia membantu membentuk ANC Youth League.

Pada Oktober 1963 Nelson Mandela bergabung dengan sembilan orang lainnya diadili karena sabotase dalam apa yang dikenal sebagai Pengadilan Rivonia. Menghadapi hukuman mati kata-katanya ke pengadilan pada akhir nya terkenal 'Pidato dari Dock' pada 20 April 1964 menjadi diabadikan:

"Saya telah berjuang melawan dominasi putih, dan aku telah berjuang melawan dominasi hitam. Saya telah dihargai ideal sebuah masyarakat yang demokratis dan bebas di mana semua orang hidup bersama dalam harmoni dan kesempatan yang sama. Ini adalah ideal yang saya harap untuk hidup dan untuk mencapai. Tapi jika kebutuhan akan, itu adalah ideal untuk yang saya siap untuk mati. "

Perjuangan Anti-Apartheid

Gerakan solidaritas internasional dengan perjuangan kemerdekaan di Afrika Selatan dikatakan sebagai gerakan sosial terbesar dunia telah terlihat. Hampir setiap negara di dunia memiliki sejarah aktivitas anti-apartheid, dalam bentuk yang beragam. Di banyak negara, kegiatan anti-apartheid yang terkait (formal atau informal) dengan perjuangan lokal melawan penindasan dari berbagai jenis. 
Kebanyakan gerakan anti-apartheid (AAMs) tidak membatasi kegiatan mereka ke Afrika Selatan, namun didukung gerakan pembebasan di Afrika Selatan lebih luas. Selain masing-masing negara, berbagai organisasi regional dan internasional menambahkan suara mereka untuk perjuangan melawan apartheid.

Berikut ini adalah gambaran dari beberapa catatan arsip yang masih ada sejarah yang luar biasa. Ini adalah langkah pertama menuju gambaran yang lebih komprehensif, melainkan pada saat ini tetapi penanda.

Karena tujuan kami adalah untuk menciptakan gambaran tentang catatan arsip kegiatan anti-apartheid, kami telah memasukkan hanya organisasi-organisasi yang kami berhasil menemukan catatan arsip dalam waktu yang tersedia untuk proyek ini.

Akibatnya, sayangnya, banyak negara dan organisasi mereka tidak termasuk dalam gambaran ini dan sebagai hasilnya sangat Eropa Barat / Amerika / Australia pandangan sejarah ini muncul. Karena penelitian kami menggantungkan pada sumber daya yang tersedia internet, masalah ini diperparah.
Kami juga telah membatasi ikhtisar kami untuk organisasi dan kegiatan mereka dalam hubungannya dengan Afrika Selatan saja. Oleh karena itu, organisasi yang bekerja secara eksklusif untuk Namibia, Mozambik, Angola, dll, belum disertakan.

Materi yang telah diselenggarakan oleh negara dengan pemisahan antara AAMs dan organisasi lain dengan kegiatan anti-apartheid. Dalam AAMs kita kadang-kadang menggunakan perbedaan antara organisasi serba spesialis dan organisasi, mengacu pada mereka yang aktif di semua bidang solidaritas dan mereka yang berkonsentrasi pada bidang tertentu. Organisasi umum adalah mereka yang memiliki tujuan lebih luas dari semata-mata anti-apartheid, tetapi terlibat dalam kerja solidaritas juga.

Kami terutama mengacu ke halaman rumah dari instansi yang memegang catatan arsip untuk menghindari frustrasi link tidak bekerja.

Akhirnya, kami telah menyertakan daftar abjad download dari organisasi kami telah menemukan dan yang aktif dalam gerakan internasional melawan apartheid. Organisasi tercermin dalam huruf tebal dijelaskan dalam bagian utama.

Kami ingin mengakui khususnya kegunaan untuk proyek ini dari sumber daya yang dimiliki oleh Arsip Aktivis Amerika, Belanda Institute on Afrika Selatan dan Dokumentasi Nordic pada Perjuangan Pembebasan di Afrika Selatan.

November 16, 2012

Vanuatu Christian Council (VCC) Chairman, Anglican Bishop James Ligo, says the VCC will take up the West Papua case in its Annual General Meeting next week, emphasising its firm stand to work with the new Government to make West Papua its priority.

He says the VCC is taking up the case because it has become clear that the caretaker Government of Prime Minister Sato Kilman has gone astray from the original focus of the Founding Fathers of the Struggle that called for the people of West Papua to be free of Indonesian slavery to decide their own destiny.

As the Chairman of VCC, the Bishop says he does not see any reason at all why the Government has not taken up the plight of the “brothers and sisters” of West Papua.

October 10, 2012

Foreign interference for global security, political and human rights development became very sophisticated matter to delivery very trouble region of West Papua. 

A little foreign government reaction on massive escalation of extra judicial murder and custody was remarked since many state members reminded Indonesian government to uphold human rights law for West Papuan during Human Rights Council meeting on last May.

Currently after international warning to Indonesia, on 14 of June extra judicial murder of West Papuan independence leader of Mako Tabuni was involved global anti terrorists unit or 88 detachments heavily funded by Australia and USA. 

This incident became public critics to the government of Australia, foreign minister promised to send a special representation, but more importantly is encouraging Indonesia for foreign journalist, activists, and diplomat freely access into conflict region. 

While US government has been pushing Indonesia to open dialogue agenda and effective implementation of special autonomy status, and other donator countries for 88 detachment unit clearly have no reaction. Foreign government need to intervene on that incident, not only remains Indonesia but also further action in resolving the root of political dispute in the country. 

This matter should be discussed in the public debate session at UN General Assembly on 25 September- 1 October based on their main theme is judgment and settlement international disputes; by peaceful means.  

By Amatus Douw --Peace Palace Library

October 7, 2012

By BEN FELLER and STEVE PEOPLES, Associated Press

LOS ANGELES (AP) — On a last dash for cash in the celebrity scene of California, President Barack Obama on Sunday took a good-natured shot as his own underwhelming debate performance, marveling at how his friends in the entertainment business could turn in flawless showings every time.

"I can't always say the same," Obama told thousands of supporters, who got the joke right away. It was Obama's most direct acknowledgment that his Republican rival, Mitt Romney, thoroughly won their debate Wednesday as a tight race rolled into its last month.

As Romney readied for a major foreign policy speech, Obama spoke at the start of two-day fundraising swing through California, his final one out West, and one that was expected to raise several million dollars for advertising efforts to the finish.



B. Obama
WASHINGTON -- With elections just a month away, U.S. President Barack Obama's re-election campaign celebrated a much-needed injection of energy Friday from a drop in the jobless rate. 

Republican rival Mitt Romney immediately pounced on the report from the U.S. Bureau of Labor Statistics, which said the jobless rate had fallen to 7.8 percent — the lowest rate since January 2009, the month Obama took office.

“This is not what a real recovery looks like,” Romney said, charging that the figure hid the millions of people who have given up looking for work.

While candidates can argue endlessly over the interpretation of statistics, one thing remains true: The 12.1 million people still registered as out of work are a heavy weight on voters' minds as they go to the polls Nov. 6.
 
More>>
Obama, Romney duel over US jobs situation - The China Post
 By News Radio New Zealand International:

1. O'Neill's Papua comment seen as shift in PNG policy
The announcement by the Prime Minister of Papua New Guinea that he will raise concerns about human rights abuses in neighbouring Papua with Indonesia has been...
20:45 on 04 October, 2012 UTC
2. PNG PM's note to Indonesia on abuses in Papua reflects a govt policy departure
The announcement by the Prime Minister of Papua New Guinea that he will raise concerns about human rights abuses in neighbouring Papua with Indonesia's Government represents...
17:52 on 04 October, 2012 UTC
3. Nine charged in Papua over alleged bombing plot
In Indonesia's Papua province, nine members of the pro-independence West Papua National Committee have been charged with possession of explosive devices. The Jakarta Post reports they...
23:11 on 03 October, 2012 UTC
4. PNG to raise Papua human rights concern with Jakarta
The Prime Minister of Papua New Guinea, Peter O'Neill, says his government intends raising concerns about human rights abuses in neighbouring Papua with the Indonesian Government....
03:22 on 02 October, 2012 UTC
5. Third province in Indonesia Papua unlikely to help service delivery - academic
An academic says it's doubtful whether the creation of a third province in Indonesia's Papua region would help improve service delivery for Papuans. Indonesian lawmakers are...
03:38 on 28 September, 2012 UTC
6. Human rights breaches in Papua the key factor behind NZ divestment
The New Zealand Superannuation Fund has decided to end its investment in the huge copper and gold mine in Indonesia's Papua region operated by US-based company...
23:08 on 27 September, 2012 UTC
7. No enthusiasm for third Papua province - academic
An academic says it is doubtful whether the creation of a third province in Indonesia's Papua region would help improve service delivery for Papuans. Indonesian lawmakers...
22:29 on 27 September, 2012 UTC
8. West Papua human rights activist gets eight months for vandalism
The leader of the West Papua National Committee, Buchtar Tabuni, has been sentenced to eight months in prison for vandalism at the Jayapura Prison, in Indonesia's...
23:10 on 26 September, 2012 UTC
9. New Zealand Greens welcome Super Fund exclusion of Papua mine
Human rights breaches have prompted the New Zealand Superannuation Fund to end its investment in the huge Freeport McMoRan copper and gold mine in Indonesia's Papua...
03:37 on 26 September, 2012 UTC
10. PNG Opposition leader's brother involved in fatal shootout in Vanimo
The brother of Papua New Guinea's opposition leader has surrendered to police following a shooting in West Sepik province that reportedly left a man dead. Cain...
03:37 on 26 September, 2012 UTC
11. Britain assures Indonesia President there will be no citizen's arrest
Indonesia's President Susilo Bambang Yudhoyono has been assured by the British government that it will guarantee his safety during his upcoming visit to the United Kingdom....
03:20 on 20 September, 2012 UTC
12. Trial of Papuan independence activist proceeds without witnesses
A hearing in the trial of the Papuan independence activist, Buchtar Tabuni, took place today in the Jayapura district court, without the presence of any witnesses....
18:25 on 16 September, 2012 UTC
13. Concern that US military aid to Indonesia used against Papuan civilians
The West Papua Advocacy Team's Edmund McWilliams has voiced concern that Apache helicopters sold by the US to Indonesia's military could be used for sweep operations...
04:00 on 14 September, 2012 UTC
14. Australian Government Senators baulk at condolence motion mention of West Papua
The Australian Government has refused to support a condolence motion for a well known refugee activist killed in a car accident earlier this month in Darwin....
04:00 on 14 September, 2012 UTC
15. Call for arrest of Indonesian President for genocide in Papua
A campaign to have Indonesia's President arrested for directing genocide in Papua has highlighted Susilo Bambang Yudhyono's record in the troubled eastern region. The campaign is...
01:54 on 14 September, 2012 UTC
16. Motion of no confidence in Solomons PM tabled for parliament today
A motion of no confidence in the Solomon Islands prime minister Gordon Darcy Lilo has been set down for tabling in parliament today. The opposition leader...
22:12 on 13 September, 2012 UTC
17. Australia's Green condemn mixed messages on Papua
Australia's Green Party is questioning what it calls the mixed messages the government is sending Indonesia about human rights in Papua. The party's leader says the...
06:43 on 07 September, 2012 UTC
18. Indonesian military shadow prevails over Papua
Questions remain over the role of Indonesia's military in Papua and West papua provinces as calls for a peaceful resolution to conflict in the disputed region...
06:43 on 07 September, 2012 UTC
19. Indonesian lawmakers set up working committees on Papua
Indonesia's House of Representatives has set up working committees to address the problematic security situation in Papua and West Papua provinces. The two committees have been...
22:49 on 06 September, 2012 UTC
20. Sport: Cricketing greats arrive in PNG for Big Bash
A host of cricketing greats have arrived in Papua New Guinea for this weekend's annual Twenty20 Big Bash tournament. Among those taking part are the former...
07:43 on 06 September, 2012 UTC

July 23, 2012

SBY
Written By Voice Of Baptist Papua
By, K. Yudha Wirakusuma - Okezone

JAKARTA - President Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) in his speech when launching the Journal of Strategic Review and Strategic Review Forum, are having trouble dealing with conflict in Papua.

Papua observers said Frans Ansanay, pastas were so out of a head of state.

"Actually this way, a head of state of Indonesia is not just deliver it. That suggests the government is not able to deal with Papua. Eksesnya will lead to strengthened alibi Papuans have been saying is not part of Indonesia, so naturally can not be taken care of, "Frank said while talking to Okezone, Wednesday (18/07/2012).

He added that the difficulty to reduce conflicts in the world of Paradise because of the absence of honest intentions of the government to build Papua.

"What is true in Papua? I think from Papua or West Irian in Homeland captured today, the government of Indonesia to Papua dishonest build the promised prosperity, "he said.

So, he said, the failure of the various regulations related to special autonomy in 2001 need to be evaluated.

"I megusulkan volume II establishment of special autonomy for Papua establish themselves with their own frame of mind," he explained.

"So the acceleration was released by the Papuans themselves, let it set itself, with a record of not asking for independence," he said.

Earlier, Yudhoyono admitted to date has not yet get the formula to reduce konlfik in Papua.

"We found a good solution to the conflict in Aceh, and communal conflict in Ambon and Poso. However, this formula does not fully apply to Papua, which require different types of solutions, "said Yudhoyono, yesterday Tuesday, July 17th.

SBY admitted to not stop to figure out the conflict that was happening. By understanding the conflict, he would be easily to make a decision.

"I'm always interested to learn more. Every detail no matter how small helps my decision. Each new fact helped me better judgment. The point is that different conflict requires a different solution, "he explained.

July 15, 2012

obama
As--Legenda musik reggae Bob Marley kini bergabung dengan Barack Obama dan Elvis Presley dalam kelompok pesohor yang namanya diabadikan untuk nama sejumlah spesies hewan.

Dalam kasus Bob Marley, nama musisi asal Jamaika itu diabadikan untuk spesies parasit bercangkang penghisap darah yang banyak menempel pada ikan-ikan di terumbu karang Karibia. Spesies parasit ini kini dikenal dengan nama Gnathia marleyi.

Mengapa nama Bob Marley yang dipilih? "Saya memberi nama spesies ini yang merupakan keajaiban alam dengan nama Bob Marley karena rasa hormat dan kekaguman saya terhadap karya-karyanya," kata Paul Sikkel, seorang pakar biologi kelautan dari Universitas Arkansas. "Selain itu spesies ini adalah keunikan Karibia seperti halnya Bob Marley," tambah Sikkel.

Gnathia marleyi muda biasanya bersembunyi di antara puing karang, spon laut dan ganggang. Mereka biasanya menyerang ikan yang nantinya akan mereka jadikan tempat tinggal. Parasit-parasit ini kemudian terus menerus makan hingga saat mereka mencapai taraf usia dewasa.
"Gnathia dewasa tidak makan sama sekali, namun mereka bisa bertahan hidup hingga tiga pekan hanya dari makanan terakhir mereka saat muda," papar Sikkel.
Penghisap darah

Terumbu karang Karibia menurut Sikkel sangat rentan penyakit. Dan Sikkel mengatakan timnya tengah mempelajari hubungan antara kesehatan terumbu karang dan populasi gnathiid atau parasit-parasit bercangkang penghisap darah.

Golongan gnathiid, seperti halnya Marleyi, adalah parasit eksternal yang banyak hidup di terumbu-terumbu karang. "Secara ekologi mereka sama dengan serangga penghisap darah di daratan atau nyamuk," tambah Sikkel.

Bob Marley yang meninggal dunia pada 1981 lalu, merupakan pelopor musik asal Jamaika yang dikenal sebagai musik reggae. Beberapa karyanya yang paling dikenal antara lain No Woman, No Cry dan Redemption Song.

Sementara Presiden Barack Obama dijadikan nama untuk sejenis lumut, dan Evis Presley diabadikan untuk sejenis lebah. Hasil penelitian Sikkel dan timnya seputar kehidupan Gnathia marleyi dalam jurnal Zootaxia. Penelitian ini didukung dan didanai Yayasan Sains Nasional.
More..

July 14, 2012

Merlu Australia Bob Carr
Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr mengatakan dia diam-diam bekerja sama dengan Indonesia dalam masalah hak asasi manusia di provinsi bermasalah Papua.
 
Sebuah media Indonesia scrum menunggu Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr, saat ia mengunjungi sebuah klinik obat di Yogyakarta.
 
Sebuah media Indonesia scrum menunggu Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr, saat ia mengunjungi sebuah klinik obat di Yogyakarta.

Masalah telah berkobar di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir, dengan tentara yang dituduh membunuh seorang pemimpin separatis ketika mencoba untuk menangkapnya, dan akan mengamuk kekerasan di sebuah desa kecil.

Senator Carr, yang saat ini dalam kunjungan empat hari ke Indonesia, mengatakan standar hak asasi manusia akan lebih baik dipelihara jika sistem peradilan kuat.

"Sebuah proses pengadilan yang adil dan transparan ketika indonesian hukum dilanggar,

"Dan menteri luar negeri Indonesia menerima bahwa dalam pertemuan pertama kami kembali pada bulan Maret di hari pertama saya sebagai menteri luar negeri. Dan saya menyadari bahwa ketulusan dan Presiden," kata Senator Carr.

Ini adalah kunjungan pertama sang senator untuk negara strategis penting, dan dia bilang dia berencana membangun pada pekerjaan yang baik dilakukan oleh pemerintah sebelumnya.

Dia mengatakan ia ingin melayang hubungan luar tema konstan seperti penyelundupan manusia.

Ia menghabiskan kemarin memeriksa proyek-proyek yang telah diuntungkan dari uang bantuan Australia, dan mengatakan kunjungan ini adalah tentang bekerja pada sebuah hubungan penting dan menjaganya agar tetap rusak.

Bob Carr bertemu dengan timpalannya menteri Bahasa Indonesia pada hari Senin.

July 5, 2012

Legenda-Papua,--Mako Tabuni menjadi berita lagi. Dia ditembak polisi dalam upaya penangkapan, Kamis (14/6/2012), karena dianggap melakukan perlawanan.

Kapolda Papua Irjen Bigman L Tobing, seperti diberitakan TRIBUNnews.com, menjelaskan, Mako Tabuni tewas diterjang peluru aparat saat hendak diamankan anggota Tim Khusus Reskrim Polda Papua di simpang tiga pangkalan ojek, Perumnas 3 Waena, Jayapura, Provinsi Papua.

Menyusul tewasnya Mako Tabuni, sekelompok orang melakukan kekerasan. Empat orang korban luka. Mereka adalah Indra, Endi Karapa, Jabar Marzuki, dan Abdul Azis.

Siapakah Mako Tabuni? Belum banyak penjelasan mengenai pria berwajah Papua ini. Mako Tabuni tercatat sebagai Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Tujuan komite ini jelas, memperjuangkan kemerdekaan Papua. Logo organisasi KNPB berlatar belakang merah, dengan gambar bintang dan Pulau Papua.
Mako Tabuni diberitakan website Central Democracy, sebuah lembaga demokrasi, HAM, dan kemerdekaan tertanggal tanggal 9 April 2012.

Banyak Berita lain terkait Mako Tabuni Versi Indo-Media

Di situ, Mako Tabuni --pria asal Wamena-- dikutip mengatakan: “Kami tidak pernah lupa akan sejarah bangsa Papua Barat, sehingga KNPB dibentuk sebagai media untuk memediasi dan menyuarakan aspirasi rakyat Papua Barat, dan menghidupkan kembali sejarah yang dulu pernah ada.”

Mako Tabuni menjelaskan, Komite Nasional Papua Barat atau KNPB didirikan sejak tahun 1961 silam oleh "tokoh-tokoh nasionalis Papua".
Selama ini, publik mengenai organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Papua adalah OPM atau Organisasi Papua Merdeka.

Mako Tabuni menjelaskan tentang KNPB di Lapangan Makam They Eluay, salah satu tokoh Papua yang tewas 10 November 2001. Makam itu terletak di Sentani.

Ribuan orang dilaporkan hadir ketika Mako Tabuni berbicara.
They adalah salah satu pemimpin Papua. Secara resmi ia Ketua Presidium Dewan Papua. Kematiannya yang misterius menimbulkan pertanyaan. Sampai sekarang.

Mako Tabuni menjelaskan, pada tahun 1961 KNPB sudah lahir dengan nama Komite Nasional Papua (KNP). Tujuannya, kata dia, memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat menjadi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.
“Kami hanya mengganti nama KNP menjadi KNPB, namun cita-cita perjuangannya sama, yakni perjuangkan kemerdekaan Papua Barat,” ujarnya kepada wartawan.

Mako Tabuni meyakini, sesuai dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa daerah-daerah jajahan di seluruh dunia harus dibebaskan, dan dibiarkan membentukan negara dan pemerintahaan sendiri.

“Wujud nyata dari perjuangan tersebut, KNP melahirkan New Guinea Raad atau perwakilan Papua untuk perjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat,” ujarnya seperti dikutip website Central Democracy.

Untuk itu, kata Mako, saat ini KNPB hanya menghidupkan kembali lembaga yang dulu pernah ada tetapi mati karena adanya perjanjian New York Agreement, dan proses pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang dianggap tidak demokratis.

Sebelum Mako Tabuni tewas, Papua terus memanas. Muncul sejumlah kasus penembakan misterius. Korbannya, antara lain, warga negara Jerman, seorang tukang ojek, dan seorang PNS Kodam setempat, serta tentara. Seorang mahasiswa tewas dikeroyok.
Belum ada penjelasan, apakah Mako Tabuni dan kelompok berada di belakang berbagai kasus kekerasan itu.
Di Jakarta, hari Kamis ini, Kepala Bagian Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Sutarman mengatakan Polri sudah memiliki data siapa saja yang terlibat kerusuhan di Papua.

Saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, ia mengatakan pihaknya akan pihaknya tengah melakukan penangkapan-penangkapan terhadap pelaku.

"Kita akan bersihkan seluruhnya. Seperti Aceh kemarin, kita turunkan tim, kelompok kita tangkap seperti di Aceh, sekarang kondusif," katanya.
Mengenai Mako Tabuni, Sutarman mengatakan Polri sudah menemukan kaitan Mako dengan sejumlah penyerangan dan pembunuhan di Papua.

Kekerasan di Papua belakangan ini bukan cuma di Jayapura, ibu kota Papua Barat. Rabu (13/6/2012) kemarin, 21 orang terluka terkena panah akibat bentrokan dua kelompok masyarakat di Kwamki Lama, Mimika.

Ikuti berita "Papua Memanas Versi Media Indoneseia" di sini 
Kasus-kasus Kekerasan di Papua

SEJAK 29 Mei-10 Juni 2012 terjadi tujuh kasus penembakan yang menewaskan warga sipil, aparat hingga turis asal Jerman bernama Pieter Dietmar Helmut (29/5), seorang pelajar SMU, Gilbert FM (4/6), dan sehari sesudahnya (5/6) anggota TNI, Pratu Doengki Kune.

Hari yang sama, jatuh korban warga sipil yaitu Iqbal Rivai serta Ardi Jayanto. Hari berikutnya, 6 Juni 2012, korbannya PNS Kodam Cenderawasih, Arwan Apuan, yang disusul penembakan terhadap Satpam Supermarket, Tri Sarono pada Minggu malam lalu (10/6).

Di Kampung Kulirik, Distrik Mulai, Kabupaten Puncak Jaya, seorang guru SD Inpres Dondobaga, Anton Arung Tambila juga ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) pada 29/5 saat berada di warung kelontong.

July 2, 2012

 Ratusan demonstran memblokir jalan di depan PLTN Oi di Jepang Barat, untuk mencegah dihidupkannya lagi reaktor nomer 3.

Perdana Menteri Yoshihiko Noda menyetujui diaktifkannya lagi reaktor nomer 3 dan 4 di PLNT Oi dalam upaya menghindari kekurangan listrik yang diperkirakan akan dialami di musim panas ini.

Kedua reaktor merupakan yang pertama dihidupkan lagi sejak musibah nuklir Fukushima.

More>> Jepang hidupkan kembali fasilitas nuklir | ABC Radio Australia
Gedung Putih menyambut embargo Uni Eropa atas minyak Iran dan menyebutnya sebagai komponen penting respons internasional terhadap ambisi nuklir Teheran.
Langkah tersebut merupakan bagian dari desakan bersama negara-negara Barat agar Iran mau berkompromi.

Larangan impor minyak itu tidak saja melarang negara-negara Uni Eropa membeli minyak mentah atau produk petroleum dari Iran, melainkan juga menghentikan pengadaan dana atau pengasuransian kiriman demikian.

Tahun lalu 23 persen ekspor minyak Iran adalah ke Uni Eropa, terutama Yunani dan Italia.

Embargo Uni Eropa ini merupakan kabar sangat buruk bagi Teheran.

Larangan impor minyak oleh negara-negara Uni Eropa diputuskan sementara mulai berlaku langkah Amerika yang mengancam akan mengenakan sanksi keuangan terhadap setiap negara yang dipandang belum melakukan cukup upaya untuk mengurangi pembelian minyak mentah

More>>Amerika sambut embargo EU atas Iran | ABC Radio Australia

July 1, 2012

 Metrotvnews.com, Jayapura: Kasus penembakan oleh orang tak dikenal kembali terjadi di wilayah Papua. Seorang kepala desa di Sawiyatami, Wembi, Keerom, Jayapura, Ahad (1/7), tewas ditembak orang tak dikenal ketika pasukan TNI yang sedang berpatroli mendapat serangan dari orang tak dikenal.

Tewasnya kapal desa bernama Yohannes itu dibenarkan Pangliam Daerah Militer XVII Cendrawasih Mayor Jenderal TNI Mohamad Erwin Syafitri ketika dihubungi Metro TV melalui telepon, Ahad siang atau Ahad sore waktu Papua.

Menurut Pangdam, sejak pagi sudah disiagakan pasukan untuk mengantisipasi pengibaran bendera Bintang Kejora oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka di hari ulang tahun kelompok tersebut hari ini. Pada siang hari sepasukan tentara melakukan patroli.

Ketika melintas di wilayah Sawiyatami, tiba-tiba pasukan ditembaki orang tak dikenal. Namun tembakan hanya mengenai kaca dan atap mobil. Rupanya tembakan orang tak dikenal itu justru mengenai Yohannes, kepala desa setempat yang sedang berada di lokasi. Yohannes terkena tembakan di bagian kepala dan perut. Yohannes tewas di tempat.

Saat itupun terjadi tembak menembak antara pasukan TNI dan pelaku penembakan. Pasukan TNI berhasil memukul mundur dan mengejar kelompom penembak tersebut. Kelompok itu lari ke arah perbatasan Indonesia - Papua Nugini. Pasukan TNI pun menghentikan pengejaran. Saat ini dipastikan situasi sudah kondusif.

Pangdam menduga penembakan itu dilakukan kelompok OPM pimpinan Lambert Pekikir yang biasa beroperasi di wilayah perbatasan Papua Nugini - Kota Jayapura. Bahkan, menurut Pangdam, OPM pimpinan Lambert Pekikir ini pun sebelumnya mengimbau masyarakat perbatasan untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora. Untungnya, kata Pangdam, masyarakat tidak terhasut. Meski demikian diakui ada pengibaran bendera OPM itu di beberapa titik, termasuk di wilayah Dok 4.(DSY)

June 30, 2012

Barac Obama
Rakyat Amerika Serikat (AS) kini bersorak gembira setelah Mahkamah Agung mensahkan undang-undang kesehatan yang ingin digagalkan oleh Partai Republik, Kamis (28/6/2012).

Undang-Undang tentang Perlindungan Pasien dan Aturan Pelayanan Kesehatan Yang Terjangkau yang diusung pemerintahan Obama itu berhasil disahkan setelah selama hampir 2 tahun tertunda karena akan digagalkan oleh Partai Republik. Partai ini berpendapat undang-undang itu akan membuat AS bangkrut. Namun, Obama berpikiran sebaliknya.

UU Layanan Kesehatan itu merupakan pencapaian bersejarah dalam puluhan tahun terakhir. Ini merupakan undang-undang hak sipil yang penting di abad ini. Dengan undang-undang tersebut, 32 juta lebih warga yang tidak memiliki asuransi akan berhak mendapatkan layanan kesehatan.

Dengan undang-undang ini pula, perusahaan asuransi tidak lagi punya alasan untuk menolak pertanggungan biaya kesehatan kliennya. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan asuransi yang tidak menawarkan layanan kesehatan berkualitas untuk pekerja. Sebelumnya, perusahaan asuransi bisa semena-mena menolak klaim dengan alasan yang mengada-ngada, yang biasa disebut pre-existing medical condition.
More....

June 21, 2012

Mako Tabuni
Lulus SMA langsung merasakan sel penjara.

Pada tahun 1999, sesudah SMA di Wamena selesai, Mako pergi ke Jayapura. Ini kali pertama ia berhadapan langsung secara dekat dengan tentara. Trauma di masa kecil dengan tentara terulang kembali.

Mako ditangkap oleh anggota Kopassus di Pasar Lama Abepura, Jayapura. Ketika sore hari, ia duduk-duduk di Pasar Lama itu, didatangi oleh anggota Kopassus, dibawa ke Waena, Abepura, Jayapura.

Di markas militer itu, ia ditanya dan dinterogasi. Mako menurut saja, saat itu mengaku ia masih tidak mengerti tentang hukum. Ia sadar ketika didatangi tentara ada tanda bahaya yang mengancam dirinya.

"Saya ditanya, kamu anak Pak Matias Wenda? Dorang tangkap saya dan interogasi. Karena dari SD, SMP dan SMA saya sudah biasa melihat situasi itu saya jawab ya, saya benar anak Matias Wenda, walaupun bukan," kata Mako.

Mako dituduh sebagai anaknya Matias Wenda, panglima tertinggi OPM yang saat itu disebut-sebut oleh tentara sebagai pimpinan perjuangan kemerdekaan Papua.

"Karena waktu itu saya pergi ke dia (Matias Wenda), sesudah saya tamat SMA, ke perbatasan PNG (Papua New Guinea)," kata Mako.

Saat itu Mako pergi menemui Matias Wenda, yang dekat dengan kakaknya Amos Tabuni, untuk mengetahui sejarah makam dan kematian dari kakaknya itu.

Mako berujar sebagai anak Matias Wenda, karena sejak kecil, bahkan ketika masih ada di dalam kandungan, dirinya disebut sebagai anak TPN/OPM.

"Karena itu saya harus ketemu lihat dia. Lalu Pak Matias bilang kamu di sini saja. Ah, saya tidak mau di hutan. Saya harus belajar ke kota sekolah saja," kata Mako, mengungkap pertemuannya dengan Matias Wenda.

"Pak Matias itu Bapak punya Om," kata Mako lagi.

Akhirnya, Mako tak ditahan lama, ia kemudian dilepaskan dan dikenai wajib lapor. Mako pun dengan polosnya menceritakan ketidaktahuannya soal hukum, yang ia akui karena itu baru lulus SMA. Saat itu, yang ia mengerti nyawa dirinya telah terancam.

Ia pun taat datang ke markas militer itu untuk melaporkan keberadaanya. Bulan pertama, kedua, dan ketiga ia rajin datang. Namun sesudah bulan keempat ia tak datang melapor. "Saya lari ke Manado untuk kuliah."

Di Manado, Sulawesi Utara, ia memutuskan untuk belajar hukum, dengan spesialisasi Hukum Pidana di Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Ia tidak ambil jurusan Hukum Internasional karena kendala dengan Bahasa Inggris.

Selain belajar hukum, di kampus itu ia mulai bergabung dengan aktivis mahasiswa Papua. Pada tahun 2006, masuk ke dalam organisasi pergerakan bernama Sayap Cenderawasih, kedudukan sebagai Dewan Penasehat Organisasi.

Ia juga dipercaya sebagai koordinator penyalur beasiswa oleh para mahasiswa dari Indonesia Tengah, yang berasal dari PT Freeport Indonesia.

Ia pun menghimpun data mahasiswa Papua di Sulawesi Utara dan diajukan ke LPMAK (Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro) di Timika. Namun, usulan itu ditolak oleh direktur pendidikan LPMAK, alasannya beasiswa diprioritaskan bagi suku Amungme dan Kamoro.

Sesudah mengurus usulan beasiswa itu, ia tidak langsung pulang ke Manado namun bergabung dengan para pendulang emas yang ada di Tembagapura.

Ia menghimpun para pendulang emas untuk melakukan protes, yang berujung pada penangkapan dirinya oleh pasukan Brimob.

Mako ditangkap dan ditahan dengan tuduhan sebagai anggota TPN (Tentara Pembebasan Nasional) ahli survei lapangan (operasi).

"Saya ditahan di Polres Timika, Mimika pada tahun 2007. Saya dikenai pasal makar. Namun saya ditahan di Polresta sampai 7 bulan saja," kata Mako.

Ia bisa keluar dari tahanan karena punya kartu mahasiswa dan dapat jaminan dari keluarga di Timika. Saat itu BAP dirinya belum dilimpahkan ke pengadilan, Mako terbang ke Jayapura.

Di Jayapura inilah, Mako bertemu dengan kelompok aktivis yang punya daya juang semangat akan perjuangan rakyat papua. Ia bertemu dengan Buchtar Tabuni dan Victor Yeimo. Mereka duduk bersama membentuk sebuah organisasi Komite Nasional Papua Barat atau KNPB.

Aksi pertama KNPB pada 1 Desember 2008, mereka bikin mimbar bebas sekaligus peringatan hari kemerdekaan Papua Barat di lapangan Theys Eluay, Sentani, Jayapura.

Dua motor gerakan ini, Buchtar Tabuni dan Sepi Sambom ditangkap dan dijebloskan ke penjara.   

Pada 3 April 2009, Mako ditangkap bersama aktivis KNPB lainnya, Diaz Serapi dan Yance Mote, sesudah menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRP pada Maret 2009.

Mereka dituduh makar dan melakukan penghasutan. Demo damai itu menuntut: Pepera 1969, Bebaskan Tapol-Napol, Otsus gagal dan Referendum.

Sekitar Oktober 2009, Mako cs divonis hukuman 1 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jayapura.

"Makarnya tidak terbukti, tapi terbukti penghasutan," kata Gustaf Kawer, penasihat hukum Mako cs.

Bagi Jaksa Penuntut Umum vonis hukuman itu tidak memuaskan, mereka mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, yang kemudian putusannya tetap sama vonis 1 tahun 6 bulan, lalu jaksa kembali banding lagi ke kasasi ke Mahkamah Agung.

"Sebelum putusan kasasi turun, tanggal 28 Januari 2010, masa tahanan habis. Jadi tidak sempat menjalani hukuman itu ful (penuh), bebas demi hukum. Waktu itu MA tidak keluarkan perpanjangan penahanan," kata Gustaf Kawer.

Mako tetap konsisten memperjuangkan kebenaran dan komitmen pada prinsip perjuangan yang sudah terasah semasa dia remaja, bahkan masa kanak-kanak.

Sekali pun ia harus menanggung risiko yang berbahaya. Ia tak berhenti menyuarakan ketidakdilan politik dan hak asasi manusia yang terjadi di Papua.

"Saya tidak takut, tidak mundur, karena saya melihat nasib rakyat saat ini ke depan itu sangat tidak jelas, maka kembali lagi walaupun itu risiko, dapat ditangkap, atau dapat ditembak, terus kembali mendorong aspirasi masyarakat melalui penentuan nasib sendiri, sampai detik ini," kata Mako.

"Sesudah keluar, beliau masih aktif menyuarakan itu, saya pribadi, saya katakan, ingatkan, pembebasan sekarang ini bebas demi hukum, bukan bebas murni. Kalau putusan pengadilan MA turun bisa dieksekusi," kata Gustaf Kawer.

"Saya ingatkan kalau putusan MA turun, sewaktu-waktu bisa ditahan, jadi sarankan orang lain saja yang tampil. Tapi kemauan dia tetap aktif," kata Gustaf lagi.

Di akhir wawancara saya dengan Mako, dua tahun lalu di Jakarta, saya bertanya berapa kali dapat tangkap?

"Kelihatannya sudah tiga kali, yang terakhir saya tidak tahu. Mungkin dapat ditembak hee…," kata Mako, sambil tertawa kecil.
Mako Tabuni
Dari kecil dikenal suka memberontak.

Kematian aktivis Komite Nasional Papua Barat atau KNPB, Mako Tabuni pada 14 Juni lalu menyentak Jakarta. Pasalnya, insiden penembakan Tabuni oleh aparat polisi hingga tewas itu memicu kerusuhan besar di Abepura, Papua.

Kekecewaan rakyat Papua kepada pemerintah pusat kian meluas dengan insiden Mako Tabuni. Hal itu membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutus Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan jajaran pemerintah lainnya untuk meredam situasi dan mencari solusi atas persoalan Papua.

Sebenarnya apa yang memicu rentetan kekerasan di Papua dan siapa sebenarnya siapa Mako Tabuni? Seperti apa gerakan perlawanan masyarakat Papua atas ketimpangan sosial yang melanda warga asli Papua.

Berikut hasil wawancara Wakil Ketua KNPB Mako Tabuni, beberapa waktu lalu.

Mako Tabuni lahir di kampung Piramid, kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 1979. Sebuah kampung yang menjadi basis perlawanan rakyat Papua terhadap operasi dan pendudukan militer yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada 1977.

Sehingga, Mako menghabiskan masa kecilnya dengan cerita-cerita derita konflik keluarga Papua.

Semasa Sekolah Dasar (SD), Mako sering mendengarkan cerita dari para orang tua, termasuk orang tuanya sendiri, tentang perlawanan orang-orang Papua terhadap kekuatan militer Indonesia.

"Walaupun buta huruf tapi tahu kemanusiaan," kata Mako.

"Yang memimpin gejolak 1977 itu anak-anak tamatan SD semua, tapi mereka mengerti (arti) kebebasan itu," kata Mako Tabuni kepada saya, dalam sebuah wawancara di Jakarta. beberapa waktu lalu.

Mako kecil, tumbuh sebagai anak-anak yang hidup di daerah konflik. Ia secara langsung merasakan derita sebagai anak-anak Papua.

Ia mendapatkan cap dan stigma sebagai anak pemberontak. Setiap tanggal 12 atau 13 Agustus sampai 18 Agustus, ia menyaksikan bapaknya digiring dan ditahan di Polres Distrik Asologaima, Jaya Wijaya, Papua.

“Setiap tanggal 17 Agustus harus di tahanan karena ulahnya kakak laki-laki yang dianggap pemberontak. Jadi setiap 12 atau 13 Agustus Bapak saya di tahanan dan dibebaskan pada 18 Agustus," kata Mako.

Sejak Orde Baru, negara melalui militer memberlakukan hukuman itu bagi mereka yang ikut atau orang tuanya tersangkut dalam makar atau merongrong kekuasaan negara, seperti cap komunis di Jawa.

Karena masih kecil, Mako tak mengerti mengapa ayahnya mesti ditahan setiap menjelang tanggal 17 Agustus, hari kemerdekaan Republik Indonesia. Ia juga tidak mendapatkan jawaban tiap kali ia bertanya.

Hingga di suatu saat, di bulan Agustus, dimana Mako sudah duduk di kelas 5 SD, Mako pergi ke dalam sel penjara di Koramil Distrik Asologaima, kabupaten Jayawijaya, untuk bertemu dan mengantar makanan buat bapaknya.

"Bapak saya cerita, kenapa Bapak begini? Kenapa begini?,” kata Mako, terdiam beberapa saat, menarik nafas panjang dan berat, hingga keluar air mata dan terisak.

"Tidak apa-apa ya," katanya, sambil menahan isakan.

"Dia menjawab kamu jangan pernah menyalahkan kakak laki-laki. Karena dia beranggapan bahwa perjuangan kakak pertama saya itu walaupun dicap oleh negara sebagai pemberontak, tapi dia bilang sesuai harga diri suatu bangsa, sesuai hati nurani dan sesuai Injil yang diterima agama Kristen," kata Mako, kembali terisak.

"Itu dia yang pernah ada cerita. Karena dia berjuang bukan untuk atas nama pribadi dia, keluarga atau atas nama sukunya. Tapi dia melihat jauh lebih besar, untuk menyelamatkan orang-orang, umat Tuhan yang ada di Papua. Maka, saya pun tidak tahu, tidak tahu apa arti kemerdekaan itu. Tapi saya menghormati anak itu. Saya terima risiko, apa pun akibat dari anak itu biarlah saya yang terima," kata Mako, menirukan ucapan ayahnya saat di dalam penjara.

Pesan terakhir yang sangat menyentuh Mako, ketika Bapaknya menuturkan, "Jangan pernah salahkan, atau marah, atau benci, terhadap langkah yang ditempuh kakakmu karena dia orang benar, dekat dengan rakyat, sukunya, bangsanya."

Cerita pahit dan takut ketika masa kanak-kanak juga dia alami ketika kakak keduanya pulang kampung, yang waktu itu sedang sekolah di Jayapura. Mako menuturkan, “waktu itu tentara Indonesia mengurung honai adat, termasuk keluarga kami, dari jam 11 malam sampai jam 8 pagi. Begitu keluar sudah dikelilingi tentara dan orang-orang proNKRI, mereka bilang kakak kedua saya diantar kakak laki-laki pertama, yang dicap OPM. Nah, di situ saya melihat pertama kali kekerasan suatu negara Republik Indonesia."

"Dorang giring kakak laki-laki itu ke Koramil. Di sana dia dipukul, disiksa, diinterogasi. Lalu dikeluarkan karena dia punya kartu dan data perjalanan yang jelas," kata Mako lagi. 

Dua hal yang dialami dan dirasakan Mako semasa kecil melihat bapaknya ditahan adalah, pertama ketakutan dan kedua trauma kalau melihat tentara.

Pengalaman itu membuatnya ia menjadi remaja yang penuh pergumulan. Ketika duduk di bangku SMP, ia mengaku mulai memikirkan sesuatu yang dialaminya di masa kecilnya.

Cerita dan pengalaman pahit dari kekerasan dan hidup dengan suasana menakutkan mulai ia pertanyakan. Dan, sejak ia masuk ke SMP kelas 2 mulai berpikir dan bertindak.

"Nah mulai SMA saya mulai bersikap, di hadapan guru-guru saya melawan. Tindakan melawan itu sudah saya anggap hal biasa," kata Mako, mengenang ketika ia belajar di SMU Negeri 1 Asologaima, Jayawijaya.

June 12, 2012

Jayapura - Leader Free Papua Movement  (OPM)  Pekikir Lambert, based in Victoria Border Papua New Guinea (PNG) and Indonesia Papua did not claim responsibility for shooting a series of terror acts that occurred in Jayapura in the last two weeks.

'' We are not responsible in any shooting incident in Jayapura, and we did not know of those actions, even we are also confused who did it,'' said Lambert Pekikir OPM Revolutionary Command Indonesia-PNG border region, as confirmed by cell Tuesday, June 12th.To that end, he added, do not accuse the Government of Indonesia OPM as the perpetrators of a series of terror acts.

 '' Do not charge us, because we were not involved. OPM is also not always make the project the interests of civilian and military government of Indonesia,'' he said.In fact, he added, to stop the scapegoating of the group, has officially sent a letter to the government and the Indonesian military, that OPM was not responsible for the shooting of a series of terrorist acts. '' We write to Indonesia government and military, which stated no responsibility for the shooting range,'' he said.

Lamber Pekikir revealed, the company was preparing for the upcoming July 1st Anniversary of OPM. All organizations and political wing of the OPM is currently concentrating Anniversary OPM prepare, tai is definitely not to be connected with a series of shootings,'' he said.While a spokesman for the OPM Revolutionary Saul J Bomay also stressed that similar, that OPM was not responsible for terror acts ata shooting that occurred recently. 

'' Starting from the shooting of German citizens and residents who all happen in the city, we are not irresponsible,'' he said. He asked, the Indonesian police should immediately reveal who the true perpetrators of the shooting in Jayapura teros spreader, not just accusations. 

'' Do not just call OTK or OPM accused, but never could prove who the perpetrators of the shooting of a series of terror acts,'' he said.Saul J Bomay continue, if the government and the Indonesian authorities are not able to uncover a series of terror shootings should involve international institutions. '' If it was not able to reveal the apparatus Indonesia ya just international law,'' he explained
Source: Bintang Papua

June 8, 2012


Kepolisian Daerah Papua (Polda Papua) tidak dapat membuktikan keterlibatan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam berbagai insiden penembakan di tanah Papua. 

“Dalam penyelidikan Bucthar Tabuni Cs oleh tim penyidik Polda Papua, sama sekali tidak ditemukan bukti keterlibatannya dalam berbagai insiden penembakan.”

Hal ini disampaikan Patris Wenda, Wakil Ketua Devisi Militan Keamanan KNPB dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi suarapapua.com, Sabtu (9/6) siang ini. 

Menurut Patris, karena tidak terbukti keterlibatan Bucthar Cs, sehingga penyidik Polda Papua sengaja menjerat Bucthar Tabuni dengan tuduhan pengrusakan lapas kelas II A Abepura di tahun 2010 silam. 

Patris melihat, tuduhan tersebut mengada-ada dan tidak mendasar, sebab selama aksi demonstrasi KNPB di Papua tidak pernah ada aksi kekerasan.


Unordered List

Blog Archive

Blogger news

Blogger templates

Content left

About

Follow Us

Blogroll

Labels

Media And Lengendaris West Papua

About Me

My Photo
Voice Of Baptist Papua
Papua, Papua barat/Indonesia, Indonesia
Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua tidak akan pernah memilih diam ketika umat ditintas dan akan terus bersuara sampai keadilan benar-benar terjadi di tanah papua
View my complete profile

Followers

West Papua Media Alerts

Free West Papua News

Random Post

Conflik West Papua

Conflik West Papua
Political conflict in Indonesia, Indonesia failed to fulfill the mandate of democracy and reform, the People of Papua became targets and victims of human rights violations

Legendary Papuan tribe inhabiting the Pacific

Random Post

Featured Post 7

Your Comments

Featured Post 8

Popular Posts

Recent Posts

Turius Wenda - Find me on Bloggers.com

Text Widget